Presiden Prabowo Subianto Akui Siap Terima Saran dan Kritik Dari Masyarakat

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini kondisi geopolitik global sedang tidak baik-baik saja.

Sebagai informasi bahwa kondisi geopolitik global merupakan gambaran interaksi letak geografis suatu wilayah dengan kekuatan politik, ekonomi, dan militer yang mempengaruhi hubungan internasional.

Diketahui, buruknya kondisi geopolitik global dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah seperti adanya konflik perang wilayah Timur Tengah yakni Amerika Serikat (AS) Israel vs Iran.

Beberapa dampak negatif dari adanya kondisi geopolitik global tersebut ialah meliputi tingginya kenaikan harga minyak dunia, terganggunya rantai pasok, lonjakan inflasi barang, dan melemahnya nilai tukar mata uang sejumlah negara.

Negara Indonesia sendiri merupakan negara yang terdampak dari buruknya kondisi geopolitik global, contohnya beberapa hari yang lalu nilai tukar mata uang Rupiah telah mengalami pelemahan yang sangat drastis terhadap Dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan, harga beberapa produk meningkat drastis, dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional mengalami kenaikan.

Beberapa dampak di atas membuat perekonomian negara Indonesia menjadi melemah, dan kondisi daya beli masyarakat juga menurun.

Hal tersebut juga diperparah dengan adanya beberapa kasus korupsi yang terjadi di lini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kasus korupsi membuat perekonomian negara Indonesia menjadi rugi, dan banyak masyarakat serta investor yang sudah tidak percaya dengan pemerintah.

Kasus korupsi yang baru-baru ini terjadi dan sedang menjadi perbincangan banyak masyarakat yakni korupsi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagian besar masyarakat mengklaim bahwa program MBG adalah program yang sangat mulia karena program ini sangat membantu para masyarakat kalangan menengah kebawah.

Tujuan utama dari adanya program MBG ialah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi memajukan bangsa dan negara.

Meskipun program unggulan MBG mempunyai tujuan yang sangat mulia, tetapi mengapa para oknum pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN) justru memanfaatkan program tersebut untuk memperkaya diri sendiri atau korupsi.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat 5 tersangka atas dugaan korupsi program MBG di lini BGN, beberapa tersanga tersebut meliputi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, serta Asep Yusuf Somantri (AYS) yang merupakan orang kepercayaan Sony. Terakhir Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) yakni Andri Mulyono (AM).

Banyak masyarakat yang geram dengan oknum pejabat tinggi BGN tersebut, dan banyak yang meminta agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghentikan program unggulan MBG dan melakukan audit total di lini BGN melalui program MBG.

Gerakan tentang penghentian program MBG dan audit total MBG tersebut juga didukung penuh oleh aliansi mahasiswa seluruh Indonesia, dan banyak sekali mahasiswa yang melakukan demo di sejumlah daerah dengan membawa beberapa tuntutan.

Tuntutan yang dibawa oleh para aliansi mahasiswa Indonesia ialah meliputi meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), meminta pemerintah untuk menghentikan program MBG serta Kopdes Merah Putih, meminta pemerintah menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang telah terjadi.

Karena tingginya unjuk rasa di sejumlah daerah, akhirnya Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan resmi bahwa dirinya sangat terbuka dan menerima kritik dari seluruh masyarakat Indonesia..

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya akan membiasakan untuk menelaah dengan seksama setiap kritik atau gagasan unjuk rasa di sejumlah daerah, dan dirinya berjanji akan selalu merefleksikan pemerintahan yang di pimpin.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, sejak beberapa dekade yang lalu, negara Indonesia telah menganut sistem pemerintahan yang demokrasi, yakni dimana Presiden yang terpilih melalui proses pemilihan umum yang dilaksanakan secara demokratis dan serentak.

Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa sistem demokrasi adalah sistem yang positif dan akan membuahkan dampak yang positif seperti kemajuan, stabilitas, dan keberlanjutan.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa perjalanan negara Indonesia adalah perjalanan yang sangat panjang dan perjalanan yang penuh dengan lika-liku, karena sejarah sendiri mengajarkan bahwa tidak ada transformasi nasional besar yang berjalan sempurna. Namun kami bertekad agar negara ini tidak lagi didefinisikan oleh keraguan, ketergantungan, atau kinerjanya yang di bawah potensi.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto berjanji bahwa pada masa pemerintahannya, seluruh kritik dan saran dari masyarakat tidak akan dijawab pemerintah dengan retorika, melainkan akan dijawab dengan hasil yang nyata dan dapat terukur serta mampu berdampak positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

 

Mahasiswa dan Kampus Ikut Serta Awasi MBG

Dapur MBG Layak jadi Percontohan Nasional - Padang Ekspres | Berita Terbaru, Mendalam dan Referensi Sumatera Barat

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam program unggulan MBG, maka saat ini pemerintah berinisiatif untuk melibatkan para mahasiswa dan kampus dalam pengawasan program MBG, baik dari segi pengelolaan dan penyaluran.

Dudung Abdurachman menjelaskan, dalam waktu dekat ini pemerintah akan melakukan evaluasi besar terhadap program unggulan MBG, dan dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menggandeng sejumlah pihak ahli dan independen.

Kerja sama antara pemerintah dan mahasiswa-kampus dalam program MBG ini sangat diperlukan, karena mengingat lagi bahwa program MBG masih terdapat beberapa kekurangan, seperti contohnya penerima manfaat belum presisi, pengelolaan tidak sesuai prosedur, dan kecurangan yang terjadi di beberapa dapur SPPG/BGN.

Dudung Abdurachman berharap bahwa dengan adanya kerja sama tersebut, maka program unggulan MBG akan dapat segera di evaluasi dan segala celah kecurangan serta kekurangan dapat diatasi dengan baik.